<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7341088315557300269</id><updated>2011-10-02T08:54:30.014-07:00</updated><title type='text'>Jalan Menjadi Kaya</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://slam-x.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7341088315557300269/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam-x.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Slam X</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7341088315557300269.post-1201955425917013279</id><published>2011-01-04T07:56:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T07:56:33.833-08:00</updated><title type='text'>Langkah-langkah menuju kihidupan sejahtera</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Langkah 1: Motivasi diri Anda dan tetapkan kekayaan saat ini.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Persoalan keuangan sering kali membuat luka dan derita. Baik derita  itu yang sangat dalam seperti kehilangan pekerjaan atau teguran dari  bank Anda tentang cicilan utang yang sudah jatuh tempo. Semua hal yang  dirasa tidak nyaman seputar keuangan bisa menjadi bahan motivasi untuk  mengontrol keuangan keluarga. Tentunya Anda sering mendengar bahwa  perkataan bila Anda berada dalam kesulitan selalu saja ada jalan keluar.  Gunakan kesulitan atau ketidak nyamanan tadi sebagai motivasi untuk  mencapai apa yang Anda impikan.&lt;br /&gt;Menetapkan berapa kekayaan bersih yang Anda miliki adalah langkah  awal bijak yang harus Anda lakukan. Alat bantunya adalah pembuatan  catatan kakayaan. Catatan kekayaan merupakan ringkasan dari nilai aset,  utang atau liabilities dan kekayaan bersih keuangan keluarga pada waktu  tertentu. Catatan kekayaan ini merupakan potret sesaat keadaan keuangan  keluarga, misalkan per 31 Desember 2003. Catatan ini memberikan  perkembangan kondisi keuangan sebuah keluarga. Dari gambaran ini dapat  dilakukan perencanaan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai aset dan  mengurangi utang yang masih dimiliki keluarga. Tanpa adanya cacatan  kekayaan dengan informasi lengkap, maka sulit bagi Anda untuk mencapai  tujuan yang diidamkan.&lt;br /&gt;Bila Anda sudah membuat cacatan tersebut dan memperoleh nilai  kekayaan bersih yang Anda miliki, ada baiknya bila Anda membandingkan  dengan ukuran general kekayaan dari sebuah buku dengan judul â€œThe  Millionaire Next Doorâ€ yang ditulis oleh Thomas J. Stanley dan William  D. Danko. &lt;br /&gt;Formulanya adalah sebagai berikut â€œA personsâ€™s expected wealth  ougth to be 10% of your age multiplied by the annual household  incomeâ€. Bila formula ini diaplikasikan untuk Anto dengan usai saat  ini 35 tahun dan pendapatan selama setahun sebesar Rp 60 juta, maka  nilai kekayaan bersih yang sebaiknya dimiliki adalah sebesar 3,5 x Rp.60  juta = Rp.210 juta.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah 2: Tetapkan tujuan dan sesuaikan dengan kondisi keuangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah memahami posisi kekayaan saat ini, Anda lebih siap untuk  menentukan tujuan keuangan yang spesifik dan realistis dalam kaitan  dengan perencanaan keuangan keluarga secara terpadu.&lt;br /&gt;Menurut hemat kami, tujuan keuangan keluarga harus memenuhi 5 kriteria, yang disingkat menjadi &lt;strong&gt;SMART&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Specific, Measurable, Attainable, Reality-based, dan Time-bound&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Tujuan keuangan keluarga harus dinyatakan secara spesifik dalam nilai yang terukur serta jangka waktu pencapaiannya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Anda ingin untuk hidup berkecukupan di masa tua. Ini  memang tujuan, namun belum spesifik. Diperlukan nilai terukur, misalnya  memerlukan dana Rp 1 miliar untuk dapat hidup berkecukupan di masa tua  nanti. Agar lebih lengkap, tujuan perlu dinyatakan misalnya sebagai  berikut: Pensiun pada usia 55 tahun dengan dana yang dimiliki Rp 1  miliar.&lt;br /&gt;Salah satu kata kunci lain dalam menentukan tujuan keuangan keluarga  adalah realistis, agar secara rasional bisa dicapai melalui pelaksanaan  dan usaha yang berkesinambungan. Untuk itu, perlu dipertimbangkan  situasi kondisi saat ini dalam menentukan tujuan. Jangan sampai tujuan  ini menjadi seperti punguk merindukan bulan.&lt;br /&gt;Ciri realistis sangatlah penting karena tujuan keuangan merupakan  pilar penting perencanaan keuangan keluarga. Tujuan yang terlalu muluk  malah akan menjadi bumerang karena bebannya akan terasa sangat berat,  sehingga kita menjadi enggan untuk melakukan perencanaan dan usaha  pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah 3: Kenali ke mana uang Anda dibelanjakan dan batasilah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti Anda ketahui bahwa uang tunai sangat likuid, yang diartikan  Anda dapat membelanjakannya. Untuk sebagian dari kita, karena uang  tersebut sangat likuid, sering kali berlalu seperti air dalam genggaman  tangan. Sebuah perencanaan anggaran belanja yang baik dapat memperlambat  aliran tersebut dan membantu bila terjadi â€œbanjirâ€ keuangan.&lt;br /&gt;Secara sederhana, penyusunan anggaran belanja bagi suatu keluarga  adalah pemetaan tentang arah perjalanan finansial keluarga itu..  Walaupun jangka waktu anggaran terbatas, tetapi setiap keputusan  finansial yang diambil, baik dari sisi pemasukan maupun pengeluaran,  secara langsung atau tidak langsung, akan sangat mempengaruhi arah  perjalanan finansial selanjutnya. Langkah-langkah finansial kecil yang  kita putuskan melalui anggaran akan menentukan langkah-langkah besar di  kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah 4: Perhatikan dua masalah keuangan iniâ€”overspending dan debt&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Belanja berlebihan dan utang di luar kemampuan, pasti akan merusak  sebuah kondisi keuangan yang tadinya solid seperti baja menjadi  â€œamburadulâ€.&lt;br /&gt;Kebiasaan untuk berbelanja berlebihan bisa karena belanja itu  menyenangkan. Itulah yang mungkin terjadi. Masyarakat kita menganggap ke  mall sebagai salah satu hiburan keluarga. Yang tadinya hanya ingin  jalan-jalan, pulang malah membawa bungkusan besar dari hasil belanja di  mall. Keputusan untuk membeli haruslah didasari oleh sebuah kebutuhan,  jangan Anda membelinya hanya karena dorongan atau ketertarikan karena  promosi serta iklan besar-besaran ataupun diskon. Tapi ambilah keputusan  membeli sesuatu karena memang Anda membutuhkannya. &lt;br /&gt;Meningkatkan tabungan adalah dengan membayar diri Anda terlebih dahulu atau â€œ&lt;em&gt;&lt;strong&gt;pay yourself first&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;â€.  Kiasan ini sering kali dipakai dalam berbagai buku keuangan keluarga.  Bagaimana Anda membayar atau menggunakan uang penghasilan Anda yang  harus kita telaah lebih jauh lagi. Contoh saja, Anda memasukkan uang  hasil penghasilan bulanan Anda ke dalam tabungan. Dan menggunakan  tabungan tersebut untuk membayar KPR tiap bulan, biaya telepon, listrik,  makanan dan kebutuhan sehari-hari lain. Dan membayar tagihan kartu  kredit dari sisa uang yang masih ada di tabungan. Sehingga Anda membayar  minimun setiap tagihan bulanan kartu kredit. Begitu Anda selesai, tidak  ada lagi yang tersisa dalam tabungan Anda atau nil (zero). &lt;br /&gt;Dari contoh di atas, Anda memiliki kebiasan keuangan di mana  mendahulukan membayar untuk orang lain dari pada diri sendiri. Untuk  dapat merubah serta memperbaiki pola pemakaian uang yang Anda hasilkan  tiap bulan maka Anda harus membayar untuk diri Anda sendiri di depan.  Setiap baru mendapatkan gaji atau penghasilan bulanan sebelum dipakai  untuk kebutuhan atau keperluan lain. Sisihkan Rp 200 atau 500 ribu,  besaran tergantung Anda setiap bulan sebelum gaji hasil kerja keras Anda  setiap bulan habis. Bila Anda mengkhawatirkan akan kehabisan uang,  jangan takutâ€”sebab Anda tetap akan kehabisan uang penghasilan Anda.  Akan tetapi dengan cara ini paling tidak Anda sudah menyisihkan untuk  Anda sendiri sebelum uang itu habis terpakai.&lt;br /&gt;Bila Anda memiliki utang yang cukup besar saat ini, ada baiknya bila  Anda mengatasi persoalan ini dengan bijak. Lakukan pembayaran dengan  regular, dan bayarlah utang dalam jumlah yang lebih besar untuk utang  dengan bunga yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;Satu hal penting dalam hal utang, berkaitan dengan utang kartu  kredit. Pemakaian kartu kredit sangatlah memudahkan. Tapi ingat jangan  anggap kartu kredit sebagai uang saku atau tambahan tapi kartu kredit  adalah utang yang harus Anda bayar begitu tagihan datang. Jangan Anda  membayar tagihan yang datang setiap bulan hanya cicilan minimalnya saja,  karena bunga kartu kredit saat ini masih relatif tinggi, rata-rata  berkisar di 3 persen/bulan. Dengan bunga majemuk maka bunga kartu kredit  pertahun bisa lebih dari 40 persen. Bukan main tingginya, bukan? &lt;br /&gt;Oleh karena itu berhati-hatilah dengan persoalan utang ini.&lt;br /&gt;Bila Anda belum terlilit utang yang menggunung, ada baiknya bila Anda menelaah lebih dalam sebelum berhutang. &lt;br /&gt;Menurut hemat kami, paling tidak ada tiga (3) petunjuk dasar yang  Anda butuhkan dalam mempertimbangkan pinjaman yang akan Anda ambil. (1)  Jangan pernah meminjam lebih besar dari kemampuan keuangan Anda. (2)  Jangan pernah meminjam untuk kebutuhan barang-barang mewah, seperti  mobil mewah, perhiasan, bila dengan hal itu Anda tidak dapat meminjam  untuk kebutuhan keluarga seperti, pinjaman kredit rumah atau pinjaman  pribadi untuk biaya sekolah anak Anda. (3) Pastikan bahwa Anda masih  menyisakan kapasitas dalam meminjam untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak  terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah 5: Kekuatan perencanaan didukung dengan investasi yang bijak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Investasi dalam arti yang paling dasar adalah, menempatkan dana Anda  untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Investasi merupakan sarana  terpenting dalam meningkatkan kemampuan Anda untuk mengumpulkan dan  menjaga kekayaan. Sebagai awal, sangat penting bagi Anda untuk memahami  bahwa â€œ&lt;em&gt;&lt;strong&gt;no single investemnt is right for everyone&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;â€.  Berbagai batasan seperti kebutuhan akan uang tunai, tujuan dan prilaku  serta preferensi Anda terhadap risiko, membuat setiap individu memilih  investsi yang berbeda-beda. Menentukan investasi yang tepat membutuhkan  sebuah perencanaan yang sesuai. &lt;br /&gt;Dengan menetapkan tujuan spesifik yang telah Anda lakukan di langkah  ke-2, maka berdasarkan hal itu Anda dapat merencanakan proses  pencapaiannya dengan mengalokasikan (menginvestasikan) dana secara  regular. Pola investasi ini biasa disebut â€œ&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dollar Cost Averaging&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;â€.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Langkah 6: Jaga keluarga Anda dari risiko dengan asuransi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya investasi, maka proteksi juga sangat dibutuhkan dalam  proses pelaksanaan perencanaan. Karena kita tidak pernah akan tau apa  yang akan terjadi di masa depan. Mungkin timbul pertanyaan, apakah semua  orang membutuhkan asuransi? Tidak ada jawaban yang pasti dalam hal ini.  Kebutuhan asuransi sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi Anda. &lt;br /&gt;Sebagai aturan umum, apakah Anda membutuhkan asuransi atau tidak,  bisa difokuskan pada pertanyaan, apakah Anda sudah menikah atau belum?  Secara umum, individu yang belum menikah kebutuhan akan asuransi jiwa  menjadi menurun. Tapi hal ini bukan berarti bila Anda tidak memiliki  anak maka Anda tidak membutuhkan asuransi. Mungkin saja Anda  membutuhkannya. Akan tetapi kecenderungannya, individu yang belum  menikah belum menjadikan asuransi menjadi prioritasnya.&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila Anda sudah menikah dan memiliki anak, maka asuransi  harus menjadi prirotas. Kebutuhan akan asuransi menjadi sangat besar  karena sekarang Anda sudah memiliki tanggungan. &lt;br /&gt;Kemudian berapa besar uang pertanggungan yang harus dimiliki? Aturan  umum yang dipakai dalam menentukan besar nilai pertanggungan adalah  dengan perhitungan 5 (lima) kali dari pendapatan kotor tahunan ditambah  kebutuhan utang (baik pendek maupun panjang) dan kebutuhan pendanaan  lain. Selama keadaan keuangan keluarga Anda normal-normal saja, maka  pendekatan aturan umum dapat menjadi pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah 7: Ini adalah awal bukannya akhir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan keuangan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan sekali dan  terlupakan. Bila Anda memikirkan hal ini, maka lupakanlah. Perencanaan  keuangan merupakan sebuah proses yang berkelanjutan. Ke-enam langkah di  atas merupakan awal dari sebuah proses panjang perencanaan, yang  membutuhkan monitoring dan revisi bila dibutuhkan. Kehidupan keluarga  akan selalu berubah dan perencanaan keuangan keluarga harus mengikuti  perubahan yang terjadi dalam keuangan keluarga. Selamat merencanakan  kehidupan keuangan keluarga yang lebih baik di masa depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7341088315557300269-1201955425917013279?l=slam-x.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam-x.blogspot.com/feeds/1201955425917013279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam-x.blogspot.com/2011/01/langkah-langkah-menuju-kihidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7341088315557300269/posts/default/1201955425917013279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7341088315557300269/posts/default/1201955425917013279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam-x.blogspot.com/2011/01/langkah-langkah-menuju-kihidupan.html' title='Langkah-langkah menuju kihidupan sejahtera'/><author><name>Slam X</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7341088315557300269.post-3644562863049847195</id><published>2011-01-01T05:30:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T05:30:21.644-08:00</updated><title type='text'>sharing software</title><content type='html'>blog ini saya buat untuk teman2 saya dan semua orang yg ingin mendapatkan software secara gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita tahu bahwa harga sofware asli tuh selangit. bisa bolong kocek kita kalo beli tuh software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga blog ini dapat membantu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7341088315557300269-3644562863049847195?l=slam-x.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://slam-x.blogspot.com/feeds/3644562863049847195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://slam-x.blogspot.com/2011/01/sharing-software.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7341088315557300269/posts/default/3644562863049847195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7341088315557300269/posts/default/3644562863049847195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://slam-x.blogspot.com/2011/01/sharing-software.html' title='sharing software'/><author><name>Slam X</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
